DI JOGJA, MASJID MENJADI TEMPAT ASYIK BUAT NGABUBURIT (2)

Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta

Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta

Tahun lalu saya sudah menulis catatan tentang safari Masjid yang ada di Jogja selama Ramadhan. Ini nih linknya . Kali ini akan menulis tentang itu juga, tidak jauh berbeda sih sama yang dulu. Cuma kali ini gak akan membahas makanannya, karena kurang indah menurutku, hehe.

Catatan ini dibuat atas pengalaman saya Ngabuburit di beberapa Masjid yang ada di Yogyakarta pada tahun 2014. Ngabuburit sendiri artinya menunggu waktu berbuka, bener gak sih?katanya sih begitu. Nah menunggu waktu berbuka sebaiknya dilakukan dengan hal-hal baik juga, hehe.

  1. Masjid Nurul Ashri
    Masjid Nurul Ashri ini terletak di daerah Deresan, deket jalan gejayan, deket teknik UNY juga. Kalau dari perempatan teknik UNY ke utara terus saja gak jauh dari situ ada Masjid Nurul Ashri sebelah timur jalan, pojok pertigaan Jl. Deresan 2. Ini salah satu masjid favorit saya, selalu saja ada kegiatan/kajian di setiap harinya walaupun bukan bulan Ramadhan. Biasanya Kajian di sini mulai sekitar pukul 16.00 . Kajiannya pun tematik, setiap hari berbeda.  
  2. Masjid Gedhe Kauman
    Masjid Gedhe Kauman atau Masjid Raya Yogyakarta atau Masjid Keraton terletak di wilayah keraton Yogyakarta atau alun – alun utara kota Yogyakarta. Masjid ini selalu ramai, karena letaknya juga strategis di tengah kota dan berdekatan dengan daerah wisata. Tidak hanya orang lokal saja, bahkan turis mancanegara pun ikut partisipasi di sekitar masjid tersebut.
    Kajian sebelum berbuka biasanya dimulai pukul 16.30 . Diusahakan datang lebih cepat supaya dapat tempat duduk yang diinginkan dan fokus mendengarkan kajiannya. Ketika baru datang nanti langsung ambil menu berbuka, lalu memilih tempat duduk untuk mendengarkan kajian.
  3. Masjid Syuhada
    Masjid Syuhada terletak di Kota Baru, Yogyakarta. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang bersejarah di Republik Indonesia. Pada waktu itu saya datang ke Masjid Syuhada sekitar pukul 16.00, saya tunggu sampai pukul 17.00 kok masjid ini sepi aja, gak ada kajian. Sampai akhirnya menjelang waktu berbuka, barulah ramai berdatangan warga ke masjid ini, sampai bingung dan bengong,hehe. Ternyata gak ada kajiannya ya, tapi langsung mendapatkan menu berbuka puasa.
  4. Masjid Jogokaryan
    Masjid Jogokaryan terletak di daerah Jl. Jogokaryan, Yogyakarta. Untuk menuju ke daerah tersebut, lewat Jl. Parangtritis saja, tepatnya pombensin Jl. Parangtrits, nanti di sebelah (utara) pombensin itu ada Jl. Jogokaryan, masuk saja jalan tersebut ke arah barat sampai menemukan masjid Jogokaryan. Waktu itu saya ke masjid Jogokaryan sekitar pukul 16.00 , tapi masjid masih sepi. Sampai pukul 17.00 barulah mulai kajian, sampai waktu maghrib datang dan mendapatkan menu berbuka gratis, hehe
  5. Masjid Kampus UGM
    Masjid Kampus UGM terletak di area Kampus UGM. Sepanjang jalanan depan masjin pun mendadak ramai banyaknya para mahasiswa maupun warga yang berjualan menu berbuka. Masjid kampus UGM pun tak kalah ramai. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, bisa sambil mengikuti kajian berbuka puasa. Biasanya kajian dimulai sekitar pukul 16.30. Ketika waktu berbuka datang, banyak juga yang antre, meskipun gak ikut kajian. hehe ya gak papa juga kaliiii. haha
  6. Masjid Mardliyah UGM
    Masjid Mardlliyah UGM terletak di selatan RS Sardjito. Memang kalau dari jalan tidak terlihat jelas kalau ada bangunan masjid. Masjid ini terletak di belakang Shelter Trans Jogja, sebelah barat. Untuk Kajian biasanya pukul 16.30 sudah dimulai. Untuk menu berbuka yang tak pernah ketinggalan segelas susu, katanya sih begitu. Karena saya gak setiap hari ke masjid Mardliyah, hehe. 

Itulah beberapa masjid yang saya jadikan untuk tempat ngabuburit selama Ramadhan 2014, hehe. Untuk menambah ilmu agama islam, ikut kajian ini sangat bermanfaat. Sedikit demi sedikit ada ilmu yang masuk. Selain itu tentu saja dapat hidangan berbuka gratis. 🙂

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.

Advertisements

Berburu Serabi Kocor Ngadinem, Bantul

Nyihaaa lagi ngidam serabi kuah, tapi belum tau beli dimana kalau di Jogja. Kayaknya ada sih yang jual serabi tapi mungkin tempatnya kayak di kafe, bertenda kaki lima, atau bahakan mobil pick up. Tapi sepertinya adanya cuma serabi tanpa kuah, yang ada serabi biasa dengan berbagai variasi rasa. Suudzonnya begini sih, gak tau sesungguhnya. 😆

Karena ngidamnya itu serabi kuah dan belinya pengen di tempat yang masih tradisional, asli, asri, membumi, bertradisi dan murah tentu saja.  😆 Berburu dengan senjata Google akhirnya ketemu juga penjual serabi kuah di Jogja. Serabi Kocor Ngadinem di Jl. Bantuk KM. 5,5 . Kalau dari kota Yogyakarta berarti tempat ini berada sebelum lampu merah gerbang Kasongan, terletak di sebelah kanan (barat) jalan. Harap berhati – hati ketika memasuki jl. Bantul Km 5,5 , pelan – pelan saja sambil tengok ke barat jalan, karena tempatnya kecil. Jangan sampai kebablasan melewati lampu merah ya, kalau kebablasan ya putar balik. :p

Serabi Kocor Ngadinem

Serabi Kocor Ngadinem

Serabi Kocor Ngadinem ini buka mulai pukul 15.00 – habis (sekiranya pukul 19.00) . Pada saat saya ke tempat ini kira – kira jam setrengah lima sore. Enggak rame, tapi berturut – turut ada yang datang dan pergi, baik yang makan di tempat maupun dibungkus. 😀 . Dinamakan serabi kocor karena serabi ini pakai kuah (kocor).

Serabi Kocor

Serabi Kocor

Untuk rasa serabinya sendiri gurih asin anget nyoih, sedangkan kuahnya terasa manis. Kaget sih, biasanya kalau saya makan serabi kuah di daerah asal Tegal itu kuahnya gurih 😀 . Tapi enak juga kok, nom nom nom 😳 . Tanpa menunggu lama, akhirnya saya pesan serabi 1 porsi (1tangkep), serabinya masih hangat karena langsung dibuat pada saat itu juga. Glek ternyata cepet sekali serabi itu habis, pesen lagi deh 1 tangkep, abis enak sih.  🙄 Harganya juga murah, 1tangkep serabi berisi 2buah serabi dihargai Rp 1.500  saja, Alhamdulillah.

Silakan mampir ke sini 😀 . Atau barangkali ada yang punya info penjual serabi kocor yang ada di Jogja bisa berbagi.  🙂

Buka Rekening Bank [lagi] di Bank yang Sama (BRI Syariah)

Yey… Baru tahu kalau sudah punya rekening di bank, saya bisa bikin rekening lagi di bank yang sama dengan nama yang sama namun nomor rekening yang berbeda tentunya. Haha kemana aja kok baru tahu! Dalam kasus ini saya menabung di Bank BRI Syariah (BRIS). Mengetahui hal itu pun saya bertanya terlebih dahulu melalui pesan di Facebooknya BRIS.

Cara membuka rekening ke sekian kalinya ini tidak jauh berbeda dengan membuka rekening pertama kali, yaitu:

  1. Datang ke Bank, ke bagian Customer Service. Kalau belum jelas bisa menanyakan lebih lanjut
  2. Kemudian akan dimintai buku tabungan yang lama untuk melihat data diri kita yang dulu
  3. Serahkan KTP kepada mbak CS untuk dicopy, kalau masih mahasiswa serahkan KTM
  4. Isi formulir yang disediakan oleh bank
  5. Setoran awal minimal sebesar Rp 50.000,-
  6. Tidak menunggu lama, rekening ke dua saya pun jadi dengan fasilitas buku rekening dan kartu ATM.
Buku Tabungan

Buku Tabungan

Di Jogja, Masjid menjadi tempat asyik buat Ngabuburit

Masjid Nurul Ashri, Deresan

Masjid Nurul Ashri, Deresan

 Anak rantauan yang kos terus pas puasa itu memang rasanya hmmmhh, ngek ngookk… Jauh dari keluarga, pengen makan ini itu makanan khas ramadhan, bisa jadi pengeluaran bengkak haha. Untuk mensiasati hal ini caranya adalah nyari yang gratisan saja hehe. Emang ada gituh nyari yang gratisan?Harus ada!haha maksa!

Tahun 2013 lalu saya mencoba safari masjid yang ada di Jogja. Lumayan lah ngirit uang saku hehe. Yap berikut ini kucoba jabarkan masjid yang pernah kudatengin buat ngabuburit:

1. Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman atau Masjid Raya Yogyakarta atau Masjid Keraton terletak di wilayah keraton Yogyakarta atau alun – alun utara kota Yogyakarta. Katanya sih di masjid ini untuk menu berbuka ada menu gulai kambing khusus pada hari kamis, tapi waktu itu saya datang selain hari kamis jadi gak dapat menu tersebut, tapi Alhamdulillah dapet gratisan dengan menu yang tak kalah enak hehe. Waktu itu ke situ bersama teman, ada yang dapat ayam, telor, nasi padang. Alhamdulillah. Jadi pertama kali datang langsung dapat segelas teh manis dan seporsi makanan, lalu memilih tempat duduk yang nyaman sambil mendengarkan kajian menjelang berbuka.

2. Masjid Nurul Ashri, Deresan

Masjid Nurul Ashri ini terletak di daerah Deresan, deket jalan gejayan, deket teknik UNY juga. Kalau dari teknik UNY ke utara terusss gk jauh dari situ ada Masjid Nurul Ashri. Ini salah satu masjid favorit saya, selalu saja ada kegiatan/kajian di setiap harinya walaupun bukan bulan Ramadhan. Untuk menunya, hmm waktu itu sih telur, hehe Alhamdulillah, tapi kajiannya menarik – menarik. Setelah kajian selesai baru dibagikan menu berbuka.

3.Masjid Kampus UGM 

Masjid Kampus UGM merupakah salah satu masjid kampus di Jogja yang terkenal, dan mudah diakses. Di sini juga menyediakan menu buka gratis untuk umum, bukan hanya untuk mahasiswa saja. Menu yang disediakan seporsi makanan dan segelas teh manis. Waktu itu menunya sih telur karena gak ikut kajian. Kalo ikut kajian dapat menu yang berbeda, waktu itu dapat ayam. Jadi setelah kajian selesai, maka jamaah langsung dibagikan makanan tersebut tanpa harus antri. Kalo tidak ikut kajian nanti ambil sendiri dan berebut dengan yang lainnya.

4. Masjid Mardlliyah UGM

Masjid Mardlliyah UGM terletak di selatan RS Sardjito. Memang kalau dari jalan tidak terlihat jelas kalau ada bangunan masjid. Masjid ini terletak di belakang Shelter Trans Jogja, sebelah barat. Menu yang disajikaan pada waktu itu ayam, kurma 3 biji, segelas susu dan buah. Ketika menjelang berbuka, jamaah duduk sebaris – sebaris sejajar, lalu akan disajikan menu yang sudah saya sebutkan tadi.  Alangkah baiknya datang untuk mengikuti kajian terlebih dahulu.

5. Masjid Nurul Islam

Masjid Nurul Islam terletak agak menyempil masuk gang. Hmmh gimana ya njelasinnya, agak lupa juga, hehe. Pokoknya sekitar jalan kaliuran KM 5,5 ,kalo dari arah selatan menuju kaliurang berarti kiri jalan, nanti deket Pizza Hut kalo gk salah ada gang kecil belok kiri masuk saja mentok, nanti ketemu masjid Nurul Islam. Menunya juga tak kalah nikmat, waktu itu sih saya dapet ayam kremes Olive bukan promosi,hehe , kurma dan segelas teh manis. Ada juga yang dapat nasi padang. Ketika waktu menjelang berbuka, jamaah duduk per shaff lau akan dibagikan menu tersebut.

6. Masjid Ulil Albab (Masjid Kampus UII)

Masjid Ulil Albab, masjid kampusku yang kucintai, halah  merupakan masjid kampus UII yang terletak di jalan Kaliurang KM 14,5 . Yaaa jauh kalo dari jogja bawah, hehe. Tapi saya suka dengan pembagian menu berbuka di masjid ini. Jadi ketika waktu menjelang berbuka, jamaah mengambil sendiri menu berbuka awal. Menu berbuka awal ini berupa makanan/minuman, waktu itu saya dapatnya es jus, es buah dan snack. Setelah berbuka lalu sholat maghrib berjamaah. Setelah sholat maghrib selesai dilanjutkan makan utama. Makanan utamanya ayam waktu itu. Ini merupakan hal yang menarik bagi saya, jadi berbuka puasa dengan yang ringan dulu dilanjut sholat maghrib berjamaah dan terakhir baru makan besar.

Kurang lebih masjid – masjid tersebut yang pernah saya kunjungi selama Ramadhan tahun 2013. Namun untuk Jogja sendiri banyak kok masjid yang menyediakan menu berbuka gratis. Tapi alangkah indah, alangkah baiknya jika datang ke masjid untuk mengikuti kajian menjelang berbuka puasa terlebih dahulu, untuk menambah wawasan agama serta menambah pahala, Insya Allah, hehe.

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan

Bikin Gudeg Jogja, ala saya

Yep, berawal dari sisa telur mentah satu kiloan yang ditinggalkan ibu saya waktu berkunjung ke Jogja, gak punya kulkas juga, bingung mau diolah apa ini telur. Mulai mencari resep apa yang kira – kira enak dan masakan bertelur ini awet, dan tidak harus habis dalam saat itu. Akhirnya diputuskan untuk membuat Gudeg Jogja. Sebagai orang Tegal bingung deh mau bikin Gudeg Jogja yang khas dengan manisnya, sedangkan gudeg ala Tegal gurih eh itu gudeg bukan ya kok gurih . Mulai deh mencari – cari resep deh di internet, dari berbagai sumber saya mendapatkan beberapa macam resep yang agak berbeda satu sama lainnya. dan akhirnya saya rangkum saya gabungkan saya satukan saya akhiri dengan resep ala saya dengan sumber berbagai resep yang ada … halah ngomong opo toh,haha

Bahan:

bahan dan bumbu gudeg

bahan dan bumbu gudeg

  • Nangka Muda 1/2 kg (waktu beli beli sih tiga rebu aja)
  • Telur Ayam 1 kg (direbus dulu ya, terus dikupas kulitnya)
  • Daun Jati 5 lembar
  • Daun Salam 5 lembar
  • Laos (seukuran jempol tangan masing2 😀 , terus digeprek)
  • Gula Merah 200 gram (atau menyesuaikan)
  • Santan 600 ml (diambil dari satu butir kelapa)
  • Air putih

Bumbu Halus:

  • Bawang Merah 10 butir
  • Bawang Putih 6 butir
  • Kemiri 5 butir
  • Ketumbar 2,5 sendok makan
  • terasi 1/2 sendok teh
  • Garam 1 sendok makan (atau menyesuaikan)

Cara Membuat:

  • Cuci semua bahan
  • Siapkan panci yang agak besar, kemudian masukkan daun jati ke dalam panci pada lapisan paling bawah, masukkan nangka muda, lalu tambahkan air sampai air berada di atas nangka, dan rebus sampai mendidihdengan api sedang.
  • Setelah mendidih kurang lebih setengah jam, masukkan laos, daun salam dan bumbu halus.
  • Ketika air mulai menyusut, masukkan santan, gula merah dan garam serta telur, aduk secara perlahan supaya tidak hancur.
  • Cicipi terlebih dahulu rasanya, apakah kurang manis atau kurang asin.
  • Ketika air hampir menyusut, kecilkan api, supaya rasa lebih menyerap dan tidak gosong.
  • Yep, jadilah Gudeg Jogja ala saya , selamat mencoba 🙂
Gudeg Jogja ala saya :)

Gudeg Jogja ala saya 🙂

catatan:

Waktu itu saya menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam untuk membuat gudeg ini.
Fungsi daun jati adalah untuk memberikan warna merah tua serta aroma khas yang mempesona
Resep ini bisa dimodifikasi sesuai kemauan, keinginan sendiri…
happy cooking n eating 🙂