Pasar Kebon “Bambu” Empring Jogja, Wisata Tradisional.

Pasar Kebon Empring yang berarti pasar kebun bambu, merupakan pasar kecil di kebun bambu pinggir sungai yang berada di Bantaran Wetan, Srimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak begitu jauh dari pusat kota, dan masih terjangkau untuk dilalui.

Menurut informasi yang saya dapat, pasar kebon empring buka setiap hari Senin-Sabtu jam 9 pagi s.d malam, dan hari Minggu buka jam 6 pagi s.d malam. Kalau hari Minggu biasanya ada orkes musiknya.

Akses jalan ke lokasi bisa dilalui mobil, parkirannya pun cukup untuk mobil dan motor, bahkan untuk sepeda juga bisa dibawa masuk ke pasar.
Sebelumnya saya sudah berencana ke pasar kebon empring pada 10 Februari 2019 bersama 2 teman lainnya, sebut saja Upin dan Robby. Robby berlari dari kosnya area congcat, sedangkan Upin bersepeda dari kosnya area Sendowo (dekar RS Sardjito). Robby meluncur setelah subuh menghampiri Upin untuk berangkat bersama. Nah saya tentu saja motoran, tidak ingin capek pada saat itu ̶d̶a̶n̶ ̶s̶a̶a̶t̶ ̶i̶n̶i̶ ̶j̶u̶g̶a̶ ̶s̶i̶h̶,̶h̶a̶h̶a̶ . 3:)

Sementara mereka sedang berjuang menuju lokasi sambil mengeluarkan keringat, saya masih gegoleran di kasur menahan keringat untuk dikeluarkan. :3
Saya masih memantau via live maps yang mereka nyalakan di telegram, jadi bisa mengira-ngira untuk berangkat jam berapa.

Akhirnya saya meluncur, menyusul mereka yang sudah lebih dahulu meluncur. Untuk mencapai pasar kebon empring bisa dicari di google maps dan ikuti saja alurnya. Mudah saja kok. Melewati jalan Wonosari, kalau dari kota nanti melewati jembatan kali pelan-pelan saja sampai menemukan papan papan petunjuk besar sebelah kanan bertuliskan PASAR KEBON EMPRING 500M ke arah selatan. Ikuti saja petunjuk tersebut sampai menemukan lokasinya.

Papan Petunjuk Pasar Kebon Empring

Papan Masuk Pasar Kebon Empring

Sesampainya di sana sekitar pukul setengah 9 pagi, ternyata sudah ramai kendaraan mobil, motor dan sepeda. Parkiran pun masih tergolong nyaman. Selain itu akan disambut ramah oleh para pengelola dengan menggunakan pakaian adat.  O:)

Langsung saja kami masuk ke pasar kebon empring, ternyata lumayan ramai. Banyak pesepeda pun yang mampir ke tempat tersebut. Langsung terlihat pohon bambu yang rimbun dan sejuk, sungai dangkal yang aliran airnya gemercik indah.

Gerbang Masuk Pasar Kebon Empring

HAI Pasar Kebon Empring

Santai di sungai

Sesampainya di dalam, ada beberapa penjual makanan dan mainan tradisional. Ada penyewaan tikar 5ribu saja sekali sewa ukuran standar, barangkali mau lesehan di samping kali juga bisaaa dan nyamannn. Ada penyewaan ban juga kalau ingin main ke kali. Ada beberapa mainan yang bisa dimainkan oleh pengunjung, antara lain egrang bambu, sandal bakiak yang ada banyak lubang kakinya, engklek. Sementara baru itu permainan yang terlihat untuk bisa dimainkan.

Melihat ada penjual makanan, langsung deh kami ngider dulu lihat-lihat mana yang cocok dan menggugah selera. Apalagi ada yang habis mengeluarkan keringat dengan deras, butuh asupan dong tentunya 😀
Ada makanan berat dan ringan, minuman hangat dan es juga. Antara lain ada soto gerabah, nasi ikan wader, kupat tahu, sate padang, sate kere, serabi kucur, lupis, mendoan, es tebu, es selasih, es kepal, kopi bum bung, teh poci dll.

Kopi Bum Bung, Es Tebu :3

Serabi Kucur, Sate Kere :3

Sate Padang :3

Namun pada akhirnya kami memilih soto gerabah di tempat A, mendoan (yang gak mendo) di tempat B, es tebu di tempat C, lupis di tempat D, teh panas di tempat A. Harga kerusakannya adalah soto 1 porsi 7.000, lupis 1 porsi campur cenil dll 5.000, mendoan 2.000 dapat 3 tapi 1 porsi 5.000 dapat banyak (sekitar 10) yaudah beli 1 porsi saja, teh panas 2.000, es tebu 3.000.
Harga masih terjangkau, perut pun kenyang. 😀

Mendoan :9

Ada kuching

Namun agak kesusahan untuk mencari meja tempat makan, karena kalau ramai bisa penuh, solusinya pun bisa duduk seadanya atau bisa sewa tikar. Karena penjual hanya menjual makanan/minuman saja, untuk tempat makan bisa cari sendiri sesuka hati.

Salah Satu Tempat makan

Setelah makan, kami pun menuju ke kali untuk bermain air ria. Eits, tapi sebelumnya kami mencoba egrang dulu. Ternyata susah juga bermain egrang, sudah dicoba beberapa kali masih saja gagal. Haha

Egrang yuk!

Lelah karena tak kunjung pandai menaklukkan egrang, langsung saja kami ke kali. Sewa tikar untuk alas barang bawaan kami.
Di kali tertulis papan informasi mengenai kedalaman air, ada yang agak dalam dan dangkal. Jadi pengunjung bisa memilih dan memilah akan nyemplung di area mana.

Kalinya sangat aman untuk anak-anak, apalagi dangkal dan arus tidak deras. Tentunya tetap dalam pengawasan orang tua ya. Tidak hanya anak-anak yang bermain air di kali, kami pun juga turut gembira dan bahagia dan senang haha.

Bermain di kali

Duduk di pinggir kali, sambil kaki berada di kali, tak lama para ikan kecil berdatangan mengigiti kakiku. Lumayan deh ngasih makan ikan kecil haha. Gak terasa ternyata lumayan lama bermain air di kali sampai jam 1 siang.

Ngasih makan ikan, haha

Ingin rasanya nyebur ke air, tapi apadaya tak bawa pakaian ganti, daripada repot mending sudahi saja bermain airnya.

Seger kan?

Akhirnya kami pulang ke tempat masing-masing. Lalu bagaimana pulangnya, sedangkan menuju ke Pasar Kebon Empring saja dilakukan dengan cara yang berbeda. Eits, si Upin pulang tetap dengan sepedanya. Aku tetap dengan motorku. Robby? hmmmh

Oiya, tarif parkir tidak dipatok harga. Namun ada kotak uang parkir dibayar seikhlasnya saja.
Di Pasar Kebon Empring tersedia beberapa tempat sampah, jadi jangan buang sampah sembarangan ya. Jangan melakukan vandalisme. Jangan bermain api juga ya, bahaya kalau tidak terawasi dengan baik. Pokoknya jadilah sebaik-baiknya manusia, kalau belum bisa ngasih sesuatu yg baik kepada sekitar, yaa jangan sampai merugikan sekitar. *ngaca! haha

Btw anw bsw Pengelola dan penjual adalah warga sekitar ya, jadi saling menguntungkan, saling menjaga dan saling bekerja sama.

Sekian dan bubye!

Advertisements

Sate Klathak bu Jazim Pusat

Kala itu, tepatnya 22 November 2018 aku dan temanku sebut saja Noval ngidam sate Klathak Pak Bari. Itu pun mendadak, ketika sudah akan pulang kerja baru kepikiran ngidamnya. Haha

Malam hari sekitar abis Isya, kami pun meluncur dari kota Jogja ke area Mbantul (Jl. Imogiri Timur). Pas sesampainya di sate klathak pak Bari, eh kok sepi, eh ternyata tutup. Buka dan tutup sesuka hati 😀
Cari alternatif lain, yaitu ke sate klathak Pak Pong (pusat). Pas Masuk eladalah ternyata ngantrinya lama, buanyak. Mundur perlahan deh pindah ke sate klathak Pak Pong 2. Ternyata sate Klathak pak Pong 2 pun tutup.
Bingung dan mikir keras harus pindah ke mana lagi. Meskipun Jl. Imogiri Timur ini banyak sekali berjejer penjual sate klathak, namun hasrat ingin mencoba-coba itu agak menakutkan. Takut zonk rasa tidak sesuai. 🙄
Setelah diskusi, apaan diskusi haha. Akhirnya mencoba ke sate Klathak Bu Jazim Pusat. Ya memang ternyata sate klathak Bu Jazim ini ada beberapa cabang di jl. Imogiri Timur ini. Kalau untuk sate klathak Bu Jazim Pusat ini lokasi tepatnya di Jl. Imogiri Timur KM 9,5 , di depan pombensin Jl. Imogiri Timur, berada di timur jalan.

Sate Klathak Bu Jazim Pusat

Pas sampe lokasi sekitar pukul 20:30 , ternyata nggak ramai. Bersyukur deh, semoga saja rasanya juga lezat.
Langsung saja kami menghampiri kasir atau yg sedang ngipasin sate untuk memesan makanan dan minuman. Masing-masing kami pesan sate klathak 1 porsi dan teh panas. Setelah itu langsung saja kami memilih tempat duduk, ternyata tempatnya ada lesehan dan kursi. Kami memilih lesehan, biar bisa leyeh-leyeh. 😀
Sambil menunggu dan menunggu, eh ternyata di tembok ada keterangan Free WIFI.

WIFI Gratis Bu Jazim

Lumayan kan lah ya ngirit kuota, sambil menunggu pesanan datang sambil berselancar internet pake wifi gratis. Tapi wifinya bersandi, bisa minta ke kasir untuk kata sandinya ya.

Tak lama kemudian, eh agak lama sih tapi gak lama banget ya. Pesanan kami pun datang. Taraaaa.

Seperangkat Sate Klathak

Seperangkat sate klathak pun sudah datang. Satu porsi sate klathak terdiri dari sate klathak 3 tusuk, yang biasanya di tempat lain itu 2 tusuk, mungkin ukuran juga menyesuaikan lah ya. Tentunya dihidangkan dengan tusukan jeruji roda yang menjadi ciri khas sate klathak. Kuahnya pun sendiri-sendiri, karena ada di tempat lain yang kuahnya dijadikan satu, meskipun pesannya lebih dari satu porsi. Nasinya dijadikan 1 bakul. Ada tambahan irisan kol dan timun serta cabai rawit hijau kecil. Minumannya tentu saja teh panas sesuai pesanan tadi.

Sate Klathak 3 tusuk

Langsung deh kami melahapnya. Ummm rasanya enaaaakkk, sate 3 tusuk membuatku senang karena kuantitas haha 😳 , terlihat banyak dari umumnya meskipun mungkin saja ukurannya sebanding dengan yang 2 tusuk sate klathak di tempat lain. Haha. Kuahnya juga pas. Nasinya mungkin kurang untuk ukuran kami, haha. Perlu nambah nasi sepertinya 😛

Setelah selesai makan, istirahat dulu lah selonjoran sampai ini makanan turun dengan baik. Kalau bisa sih gegoleran haha, ̶e̶i̶t̶s̶s̶ ̶t̶a̶p̶i̶ ̶t̶a̶k̶ ̶b̶a̶g̶u̶s̶ ̶k̶a̶l̶a̶u̶ ̶a̶b̶i̶s̶ ̶m̶a̶k̶a̶n̶ ̶t̶r̶u̶s̶ ̶g̶e̶g̶o̶l̶e̶r̶a̶n̶  🐻

Karena udah malam, takut kemalaman, barangkali bu Jazimnya dan karyawannya mau bobok cepet. *emangnya apaan Langsung deh kami bayar ke kasir, ternyata total kerusakan 50 ribu untuk 2 porsi sate klathak pake nasi, 2 gelas teh panas. Jadi masing2 habis 25 ribu saja. Parkir gratis, waktu itu sih tiada kang parkirnya.

Okey demikian sedikit review sate klathak bu Jazim pusat. Kalau untuk menu lain belum saya coba. Emm mungkin entah kapan-kapan bisa dicoba.

Ayam Suwir Bumbu Bali

ayam-suwir

Ayam Suwir Bumbu Bali

Resep ayam bumbu bali ini saya dapat dari berbagai sumber, dipilah-pilah sesuai dengan keinginan. Berikut ini adalah resep ayam suwir bumbu bali:

Bahan-bahan:

bumbu

Bahan-Bahan

  • Dada Ayam 0,5 kg, dikukus lalu suwir
  • Cabai merah halus 3 sdm
  • Bawang Merah 7 siung, diiris tipis
  • Bawang Putih 5 siung, diiris tipis
  • Laos 7 cm, diiris tipis
  • Daun jeruk 5 lembar
  • Sereh 3 batang, diiris tipis bagian batang putihnya
  • Santan instan 1 bungkus ukuran kecil
  • Garam
  • Gula pasir
  • Jeruk Nipis 0,5 buah

Langkah Memasak:

  1. Tumis bawang putih, bawang merah, laos dan daun jeruk sampai harum dan setengah layu
  2. Masukkan ayam suwir, cabai merah halus dan sereh diiris tipis. Aduk sampai rata.
  3. Tambahkan air sedikit saja sekitar 4 sdm, sambil diaduk
  4. Tambah santan instan, gula dan garam secukupnya
  5. Aduk sampai agak kering dan koreksi rasa
  6. Sebelum diangkat, tambahkan perasan jeruk nipis
  7. Aduk dan sajikan.  😋

Sebenarnya untuk bahan-bahannya saya tidak menggunakan takaran yang pasti. Pakai perasaan saja dalam menentukan jumlah bahan tersebut. Try and error. Disesuaikan dengan kondisi dan selera masing-masing saja.
😁🐔

Merge cabang pada fossil-scm

Cabang fossil-scm

Cabang fossil-scm

Cara merge timeline bercabang pada fossil-scm adalah:

  1. Masuk ke terminal folder.
  2. Ketik perintah :  fossil update trunk
  3. Selanjutnya perintah: fossil merge 3cce4d
    3cce4d merupakan kode pada file yang bercabang (lihat pada gambar di atas)
  4. Selanjutnya perintah : commit -m “Merge dengan 3cc34d”
  5. Selesai.

Memasukkan kode warna di Coreldraw

Saya pakai coreldraw X5. Sempat bingung nyari cara buat memasukkan kode warna yang kita inginkan ke dalam obyek di coreldraw. Akhirnya ketemu juga setelah bertanya sana sini. Ternyata gampang aja caranya,hehe. Berikuta saya tampilkan urutan caranya di dalam gambar.

Langkah memasukkan code warna di coreldraw

Langkah memasukkan code warna di coreldraw

Pada gambar di atas terdapat beberapa langkah.

  1. Langkah pertama adalah membuat Obyek yang akan diberi warna, kemudian tekan SHIFT + F11 maka akan muncul kotak pilihan warna.
  2. Pilih tab Models.
  3. Pada tab Models, pilih Model : RGB
  4. Pada nomor 4 pilih HEX
  5. Kemudian pada nomor 5 masukkan Kode Warna yang diinginkan.
  6. OK dan selesai

 

Ternyata Namanya ‘Ornament’

Pada suatu hari lagi mencoba utak-atik corel pengen desain ala-ala rojeng,hehe
Terus suatu ketika pengen mencari desain ini, tiba – tiba bingung untuk tanya mbah Google karena nggak tahu kata kuncinya apa. Coba – coba aja mencari di internet dengan segala kata kunci yang ada di otak, haha.
Akhirnya muncul gambar yang dinginkan, terus klik deh itu gambar dan di gambar itu tertera nama gambar dan keterangannya. Ternyata namanya adalah ornament/ornamen, hehe. Jadi misal lagi butuh ornamen tertentu tinggal berselancar di internet saja dengan kata kunci tersebut. Hehe. Ini saya lampirkan contoh gambar yang saya cari, alias ornament.

Ornament

Sumber Ornament

DI JOGJA, MASJID MENJADI TEMPAT ASYIK BUAT NGABUBURIT (2)

Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta

Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta

Tahun lalu saya sudah menulis catatan tentang safari Masjid yang ada di Jogja selama Ramadhan. Ini nih linknya . Kali ini akan menulis tentang itu juga, tidak jauh berbeda sih sama yang dulu. Cuma kali ini gak akan membahas makanannya, karena kurang indah menurutku, hehe.

Catatan ini dibuat atas pengalaman saya Ngabuburit di beberapa Masjid yang ada di Yogyakarta pada tahun 2014. Ngabuburit sendiri artinya menunggu waktu berbuka, bener gak sih?katanya sih begitu. Nah menunggu waktu berbuka sebaiknya dilakukan dengan hal-hal baik juga, hehe.

  1. Masjid Nurul Ashri
    Masjid Nurul Ashri ini terletak di daerah Deresan, deket jalan gejayan, deket teknik UNY juga. Kalau dari perempatan teknik UNY ke utara terus saja gak jauh dari situ ada Masjid Nurul Ashri sebelah timur jalan, pojok pertigaan Jl. Deresan 2. Ini salah satu masjid favorit saya, selalu saja ada kegiatan/kajian di setiap harinya walaupun bukan bulan Ramadhan. Biasanya Kajian di sini mulai sekitar pukul 16.00 . Kajiannya pun tematik, setiap hari berbeda.  
  2. Masjid Gedhe Kauman
    Masjid Gedhe Kauman atau Masjid Raya Yogyakarta atau Masjid Keraton terletak di wilayah keraton Yogyakarta atau alun – alun utara kota Yogyakarta. Masjid ini selalu ramai, karena letaknya juga strategis di tengah kota dan berdekatan dengan daerah wisata. Tidak hanya orang lokal saja, bahkan turis mancanegara pun ikut partisipasi di sekitar masjid tersebut.
    Kajian sebelum berbuka biasanya dimulai pukul 16.30 . Diusahakan datang lebih cepat supaya dapat tempat duduk yang diinginkan dan fokus mendengarkan kajiannya. Ketika baru datang nanti langsung ambil menu berbuka, lalu memilih tempat duduk untuk mendengarkan kajian.
  3. Masjid Syuhada
    Masjid Syuhada terletak di Kota Baru, Yogyakarta. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang bersejarah di Republik Indonesia. Pada waktu itu saya datang ke Masjid Syuhada sekitar pukul 16.00, saya tunggu sampai pukul 17.00 kok masjid ini sepi aja, gak ada kajian. Sampai akhirnya menjelang waktu berbuka, barulah ramai berdatangan warga ke masjid ini, sampai bingung dan bengong,hehe. Ternyata gak ada kajiannya ya, tapi langsung mendapatkan menu berbuka puasa.
  4. Masjid Jogokaryan
    Masjid Jogokaryan terletak di daerah Jl. Jogokaryan, Yogyakarta. Untuk menuju ke daerah tersebut, lewat Jl. Parangtritis saja, tepatnya pombensin Jl. Parangtrits, nanti di sebelah (utara) pombensin itu ada Jl. Jogokaryan, masuk saja jalan tersebut ke arah barat sampai menemukan masjid Jogokaryan. Waktu itu saya ke masjid Jogokaryan sekitar pukul 16.00 , tapi masjid masih sepi. Sampai pukul 17.00 barulah mulai kajian, sampai waktu maghrib datang dan mendapatkan menu berbuka gratis, hehe
  5. Masjid Kampus UGM
    Masjid Kampus UGM terletak di area Kampus UGM. Sepanjang jalanan depan masjin pun mendadak ramai banyaknya para mahasiswa maupun warga yang berjualan menu berbuka. Masjid kampus UGM pun tak kalah ramai. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, bisa sambil mengikuti kajian berbuka puasa. Biasanya kajian dimulai sekitar pukul 16.30. Ketika waktu berbuka datang, banyak juga yang antre, meskipun gak ikut kajian. hehe ya gak papa juga kaliiii. haha
  6. Masjid Mardliyah UGM
    Masjid Mardlliyah UGM terletak di selatan RS Sardjito. Memang kalau dari jalan tidak terlihat jelas kalau ada bangunan masjid. Masjid ini terletak di belakang Shelter Trans Jogja, sebelah barat. Untuk Kajian biasanya pukul 16.30 sudah dimulai. Untuk menu berbuka yang tak pernah ketinggalan segelas susu, katanya sih begitu. Karena saya gak setiap hari ke masjid Mardliyah, hehe. 

Itulah beberapa masjid yang saya jadikan untuk tempat ngabuburit selama Ramadhan 2014, hehe. Untuk menambah ilmu agama islam, ikut kajian ini sangat bermanfaat. Sedikit demi sedikit ada ilmu yang masuk. Selain itu tentu saja dapat hidangan berbuka gratis. 🙂

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan.