Bersyukur di setiap Ramadan

Bersyukur di setiap Ramadan.
Ya, setiap saat atau setiap waktu kita harus selalu bersyukur, di manapun berada. Terlebih ketika masuk bulan Ramadan. Sangat bersyukur dan bahagia telah dipertemukan dengan bulan suci Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan berkah.
Sangat beruntung saya menjalankan ibadah puasa Ramadan di lingkungan yang mendukung, baik secara cuaca, masyarakat, kebiasaan, makanan dan lain sebagaimana. Saya menjalankan ibadah puasa Ramadan di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana saya tinggal di Bantul, kerja di kota Yogyakarta dan kadang berkegiatan ke Sleman juga. Nyaman, ya Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu daerah yang nyaman untuk ditinggali. Meskipun asal saya adalah dari kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Namun saya tetap merasa nyaman berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan pun daerah ini sangat membuat betah saya. Bagaimana tidak, setiap hari saya keluar rumah sampai kembali ke rumah sungguh terasa suasana Ramadan. Suasana Ramadan tersebut berupa pemasangan atribut tentang Ramadan, banyak pasar kaget yang menjajakan makanan atau hidangan untuk berbuka puasa. Satu hal yang tidak kalah penting adalah makmurnya masjid, lebih ramai daripada di luar bulan Ramadan.

Makmurnya masjid adalah salah satu hal yang paling saya suka. Saya bukan berasal dari keluarga yang kenal dan dekat dengan Islam lebih banyak, jadi hal seperti ini merupakan suatu hal yang langka, dan tentunya ternyata menyenangkan. Menyenangkan hati dan perasaan ini, seolah hal yang dulunya jarang saya temui kini malah datang di luar asal daerah saya. Seperi kerinduan yang telah dipertemukan oleh sesuatu yang dirindukan.
Pada bulan Ramadan, banyak kegiatan di masjid dari pagi sampai malam. Namun yang paling banyak adalah kegiatan mulai setelah Ashar, banyak masjid yang sudah sibuk untuk menyiapkan menu berbuka puasa bagi warga setempat atau pendatang atau warga yang sekadar mampir untuk berbuka puasa secara gratis di Masjid. Sembari menyiapkan menu berbuka, tak kalah sibuk juga untuk menyiapkan materi kajian jelang berbuka puasa. Materi yang disiapkan tentu saja penceramah, pengelolaan dalam mengatur acara dan lain sebagainya. Selain itu, masjid juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berdonasi demi terlancarnya acara kajian jelang berbuka puasa. Jadi insya Allah pahala selama bulan Ramadan berbagi, antara penyelenggara acara maupun warga luar. Sungguh damai dan menyenangkan, tidak berhenti untuk selalu bersyukur.

Kemudian berfikir, bagaimana rasanya orang yang berpuasa di daerah asing, daerah yang belum pernah disinggahi, atau daerah yang sudah pernah disinggahi namun menjadi kaum minoritas dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Saya berfikir mungkin akan merasakan keberatan jika Ramadan di luar negeri, apalagi jauh dari keluarga. Yang saya pikirkan adalah, ujian berat ketika melakukan ibadah di negara yang populasi warga beragama Islamnya tidak sebanyak ketika di Indonesia. Belum lagi berpikir waktu puasanya akan lebih lama, dan penyesuaian waktu Salat yang mungkin agak susah ketika diimbangi dengan kegiatan yang ada. Ah, semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang berada di benak saya.

Belum lama ini saya mengenal IMSA (Indonesian Muslim Society in America), dijelaskan dalam webnya yaitu organisasi keagamaan, amal, ilmiah, sastra, pendidikan dan nirlaba. Saya buka-buka lah sosial medianya IMSA, baik Facebook, Instagram dan Twitter. Dari situ saya sedikit mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh IMSA. Wow, ternyata banyak juga kegiatan yang dilakukan. Tentunya bersama warga Indonesia yang berada di Amerika. Selain itu juga IMSA pernah mengadakan charity untuk bangsa Indonesia yang terkena bencana. Dengan adanya komunitas IMSA ini tentunya warga Indonesia yang beragama Islam tidak merasa sendiri dan tetap nyaman serta semangat untuk menjalankan ibadah meski jauh dari Indonesia dan berada di negara dengan warga muslim yang sedikit.

Mendengar cerita warga muslim Indonesia yang berpuasa di negara lain tentunya tidak mudah untuk melaksanakan ibadah puasa, seharusnya semakin membuat saya semakin bersyukur atas Ramadan yang Allah berikan kepada saya. Namun ada saja kendala manusia, terutam diri saya sendiri, diberikan kelapangan malah lalai atau menyia-nyiakan. Berikut ini ada beberapa firman Allah mengenai syukur, semoga membuat kita semakin bersyukur atas segala yang Allah berikan kepada kita :

  • “Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Qs. Ali Imran:145)
  • “Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” (QS. An-Nisa: 147).
  • “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” ” (QS. Ibrahim: 7).

dan lain sebagainya. Ternyata ada banyak manfaat yang akan kita dapat jika kita selalu bersyukur.

Sesuai dengan judul artikel ini, yaitu bersyukur di setiap Ramadan supaya mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas setiap Ramadan yang selalu Allah pertemukan kepada saya. Semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang, tentunya dengan kualitas yang lebih baik dari saat ini. Entah Ramadan bersama IMSA atau bersama siapa lagi kelak. Tidak lupa juga, jika kita bersyukur bertemu dengan bulan Ramadan, seharusnya nikmat bersyukur terbawa pada bulan lainnya sampai tiba Ramadan kembali.

Advertisements

Jogja: Berjuta Kenangan, Berjuta Kuliner

Jogja memang istimewa. Ya, tidak hanya secara administratif saja Yogyakarta mempunyai nama yang istimewa yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi di dalamnya pun banyak keistimewaan yang saya dapatkan. Baik dari segi lingkungan, warga lokal, warga pendatang, jalanan, udara, cuaca, topologi, pantai, pegunungan dan lain-lain terasa istimewa bagi saya yang sudah cukup lama tinggal di Jogja. Meski bukan warga asli Jogja, saya merasa betah tinggal di Jogja. Meskipun KTP saya masih daerah Kabupaten Tegal.

Saya datang ke Jogja sejak tahun 2008. Awalnya ke Jogja untuk menempuh pendidikan di salah satu Universitas Swasta di Jogja. Mengapa memilih Jogja? Konon tinggal di Jogja itu nyaman, adem, tenteram, aman, damai, sentosa. Selain itu juga biaya hidupnya murah dan terjangkau. Aktivitas manusianya juga masih wajar. Itu merupakan salah satu alasan saya memilih Jogja sebagai tempat untuk kuliah.

Pertama kali di Jogja itu menyenangkan, dan memang warga lokal maupun pendatang sangat baik dan ada unggah-ungguh dalam kehidupan bersosialisasi. Hal itu membuat semakin betah saja. Selain itu, tentu saja harus mencoba, menjajaki, mengitari, menginjak hal-hal yang berbau khas Jogja. Antara lain tempat wisata, baik wisata alam maupun sejarah. Tidak kalah penting adalah mencoba kulinernya, ya kuliner khas Jogja. Kuliner khas Jogja apa saja? pada saat itu yang terlintas pertama adalah gudeg. Gudeg adalah salah satu makanan khas dari Jogja, dengan ciri khasnya manis. Rasanya memang khas dan unik. Konon warna gelap yang dihasilkan dari gudeg adalah berasal dari daun jati. Di Jogja banyak yang berjualan gudeg, baik dari restoran maupun kaki lima atau malah rumahan.

Apakah makanan yang ada di Jogja kebanyakan rasa manis? Oh tentu tidak, ternyata eh ternyata di Jogja sendiri ada banyak jenis kuliner yang bisa kita coba dan rasakan. Tidak hanya makanan khas Jogja sendiri, namun ada banyak juga makanan dari daerah luar. Ada makanan dari Indonesia Timur, Indonesia Tengah maupun Indonesia Barat. Mengapa ada beragam jenis kuliner di Jogja?  ternyata hal itu disebabkan oleh banyaknya warga pendatang, khususnya mahasiswa luar Jogja yang merantau untuk menempuh pendidikan di kota pelajar ini. Jadi, tidak kehilangan akal lah mereka membuat gagasan untuk membuka usaha kuliner dari daerah masing-masing. Para pendatang pun senang dan nyaman ketika berada di Jogja, karena ada makanan dari daerah mereka di Jogja.

Jadi, ternyata di Jogja pun kita bisa mencicipi makanan dari beberapa daerah yang ada di Indonesia. Ugh, senangnya. Kalau kata orang-orang, di Jogja itu terdapat banyak suku yang tinggal. Jadi berasa seperti Indonesia mini.

Ngomong-ngomong soal kuliner, ada beberapa tempat yang menjadi kesukaan saya. Hmmmh Karena saya suka mie ayam, jadi kadang mencari-cari info dimana keberadaan mie ayam yang enak dan sedang hit, salah satunya adalah Mie Ayam Tumini daerah Giwangan. Mie ayam ini dulu ramai, namun masih ramai wajar. Saat ini Mie Ayam Tumini ramenya penuh sesak. Karena memang rasanya enak.

Selain itu ada sate klatak khas Bantul, tepatnya di sepanjang Jl. Imogiri Timur. Di sepanjang Jl. Imogiri Timur banyak berjejer berjualan Sate Klatak. Apa itu sate klatak? Sate klatak adalah sate kambing yang dagingnya diberi garam terlebih dahulu lalu tusukannya menggunakan jeruji sepeda, baru dibakar. Penyajiannya menggunakan kuah gulai. Rasanya asin dan gurih. Menurut saya rasanya cocok bagi saya. Banyak kenangan bersama sate klatak. Hehe Dan tentunya masih banyak lagi kuliner di Jogja yang harus dicoba.

Jogja memang surganya kuliner bagi siapapun yang berada di Jogja. Jika ingin mencoba banyak jenis kuliner di Jogja, tentu harus rela untuk beranjak dari tempat satu ke tempat yang lain. Demi terpenuhinya keinginan akan wisata kuliner.

Eits, tapi ternyata ada lho agenda yang bertema kuliner di Jogja yang menyajikan beraneka macam kuliner dalam satu tempat. Agenda tersebut bernama Jogja Halal Food Expo. Alhamdulillah, lumayan kan kita bisa wisata kuliner dalam satu tempat dan satu waktu.

Jogja Halal Food Expo

Jogja Halal Food Expo 2019

Jogja Halal Food Expo 2019 merupakan salah satu rangkaian dari Jogja Heboh 2019 yang berlangsung pada tanggal 20-24 Februari 2019 pukul 08.00 WIB s/d selesai di Jogja Expo Center (JEC). Jogja Halal Food Expo merupakan kerjasama dari Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta . Di expo ini ada banyak stan makanan yang berbeda, baik dari makanan tradisional maupun makanan modern atau kekinian. Tujuan diadakannya Jogja Halal Food Expo adalah supaya menjadikan kuliner halal sebagai salah satu gaya hidup dan juga suatu keharusan khususnya bagi masyarakat muslim.

Pada Jumat 22 Februari 2019 saya sempatkan mengunjungi expo tersebut karena penasaran dengan kuliner dan situasi yang ada di dalam expo. Sesampainya di sana ternyata benar ramai pengunjung.

Situasi Jogja Halal Food Expo 2019

Berikut ini adalah beberapa contoh oleh-oleh dan olahan kreasi kuliner dari masyarakat kreatif.

Minuman Tradisional dalam Kemasan

Aneka Keripik

Geger Boyo Nabati

Bakpia Kukus Tugu Jogja

Bakpia Obong

Oleh-Oleh Purwodadi

Selain makanan olahan kreasi kuliner , juga terdapat stand kuliner tradisional dan kekinian seperti berikut.

Serba geprek

Buncitos

Bakso dan Mendoan Ndeso

Lasagna Premium

Ada juga stan jajanan, seperti berikut

Penthol Gila

Takoyaki

Ngopi

Eh ternyata ada juga stan dari hotel.

Pesona Hotel Tugu Yogyakarta

Selain ada stan kuliner, juga terdapat panggung hiburan yang diisi dengan berbagai kegiatan. Pada waktu saya ke Jogja Halal Food Expo, sedang berlangsung acara fashion show oleh designer berbakat dari Yogyakarta.

Fashion Show

Inspirasi

Begitu banyak antusias dari warga untuk mengikuti Expo ini, baik dari pengisi stan maupun pengunjung. Dengan adanya expo ini diharapkan setiap penggagas kuliner sadar akan betapa pentingnya status halal pada setiap kuliner. Kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang sudah mengayomi UKM yang ada di DI Yogyakarta.

Di Expo tersebut, saya sempat berbincang dengan stand makanan zaman dulu, yaitu Gulali Jadul atau rambut nenek. Awalnya dia membeli gulali jadul, lalu dirasakan dan dianalisis bagaimanakah proses pembuatannya dan bagaimana rasanya sehingga pas. Trial and error tiada henti tanpa putus asa. Dia jualan setiap hari Minggu di Sunmor, selain itu juga berjualan pake aplikasi pesan online dan setiap ada expo yang digelar.

Stan Gulali Jadul

Gulali Jadul

Ada juga stan ondol-ondol Jepang yang menjual aneka macam ceker, bakso, sempol, telur gulung dan lain-lain. Bapak ini setia untuk berburu event expo untuk menjajakan jualannya. Jadi berpindah-pindah tempat jualan. Namun ada waktu yang cukup lama untuk jualan yaitu ketika Pasar Malam Sekaten berlangsung di Jogja. Bapak ini salah satu stan yang ramai atau aktif, yaitu berteriak untuk mempromosikan jualannya dengan semangat. Sungguh tidak mengenal lelah.

Ondol-Ondol Jepang

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi saya dan siapapun yang membaca artikel ini. Pantang menyerah untuk selalu mencoba inovasi apapun, berani untuk mengeksekusi inovasi yang sudah terpikirkan, tetap semangat untuk selalu mencoba meskipun pernah gagal.

Terima kasih kepada Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta dan PLUT-KUMKM DI Yogyakarta yang sudah menggelar agenda Jogja Halal Food Expo 2019. Semoga semakin banyak UKM yang sukses dan tidak mengesampingkan kehalalan produknya, terutama produk kuliber.

Oiya, untuk semua pengunjung sebaiknya membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya, membereskan makanan yang sudah selesai untuk dibuang ke tempat sampah yang sudah disediakan. Meskipun ada petugas yang akan merapikan wadah bekas makanan kita di meja, namun tidak ada salah untuk merapikan atau membuang wadah bekas makan kita.

Perlu diingat, acara ini selesai pada 24 Februari 2019, yang luang bisa mengunjungi Jogja Halal Food Expo 2019 di JEC ya. Sekian dulu perjalanan saya di Jogja Halal Food Expo 2019, diakhiri dengan swafoto di lokasi. 🙂

Swafoto

Pasar Kebon “Bambu” Empring Jogja, Wisata Tradisional.

Pasar Kebon Empring yang berarti pasar kebun bambu, merupakan pasar kecil di kebun bambu pinggir sungai yang berada di Bantaran Wetan, Srimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak begitu jauh dari pusat kota, dan masih terjangkau untuk dilalui.

Menurut informasi yang saya dapat, pasar kebon empring buka setiap hari Senin-Sabtu jam 9 pagi s.d malam, dan hari Minggu buka jam 6 pagi s.d malam. Kalau hari Minggu biasanya ada orkes musiknya.

Akses jalan ke lokasi bisa dilalui mobil, parkirannya pun cukup untuk mobil dan motor, bahkan untuk sepeda juga bisa dibawa masuk ke pasar.
Sebelumnya saya sudah berencana ke pasar kebon empring pada 10 Februari 2019 bersama 2 teman lainnya, sebut saja Upin dan Robby. Robby berlari dari kosnya area congcat, sedangkan Upin bersepeda dari kosnya area Sendowo (dekar RS Sardjito). Robby meluncur setelah subuh menghampiri Upin untuk berangkat bersama. Nah saya tentu saja motoran, tidak ingin capek pada saat itu ̶d̶a̶n̶ ̶s̶a̶a̶t̶ ̶i̶n̶i̶ ̶j̶u̶g̶a̶ ̶s̶i̶h̶,̶h̶a̶h̶a̶ . 3:)

Sementara mereka sedang berjuang menuju lokasi sambil mengeluarkan keringat, saya masih gegoleran di kasur menahan keringat untuk dikeluarkan. :3
Saya masih memantau via live maps yang mereka nyalakan di telegram, jadi bisa mengira-ngira untuk berangkat jam berapa.

Akhirnya saya meluncur, menyusul mereka yang sudah lebih dahulu meluncur. Untuk mencapai pasar kebon empring bisa dicari di google maps dan ikuti saja alurnya. Mudah saja kok. Melewati jalan Wonosari, kalau dari kota nanti melewati jembatan kali pelan-pelan saja sampai menemukan papan papan petunjuk besar sebelah kanan bertuliskan PASAR KEBON EMPRING 500M ke arah selatan. Ikuti saja petunjuk tersebut sampai menemukan lokasinya.

Papan Petunjuk Pasar Kebon Empring

Papan Masuk Pasar Kebon Empring

Sesampainya di sana sekitar pukul setengah 9 pagi, ternyata sudah ramai kendaraan mobil, motor dan sepeda. Parkiran pun masih tergolong nyaman. Selain itu akan disambut ramah oleh para pengelola dengan menggunakan pakaian adat.  O:)

Langsung saja kami masuk ke pasar kebon empring, ternyata lumayan ramai. Banyak pesepeda pun yang mampir ke tempat tersebut. Langsung terlihat pohon bambu yang rimbun dan sejuk, sungai dangkal yang aliran airnya gemercik indah.

Gerbang Masuk Pasar Kebon Empring

HAI Pasar Kebon Empring

Santai di sungai

Sesampainya di dalam, ada beberapa penjual makanan dan mainan tradisional. Ada penyewaan tikar 5ribu saja sekali sewa ukuran standar, barangkali mau lesehan di samping kali juga bisaaa dan nyamannn. Ada penyewaan ban juga kalau ingin main ke kali. Ada beberapa mainan yang bisa dimainkan oleh pengunjung, antara lain egrang bambu, sandal bakiak yang ada banyak lubang kakinya, engklek. Sementara baru itu permainan yang terlihat untuk bisa dimainkan.

Melihat ada penjual makanan, langsung deh kami ngider dulu lihat-lihat mana yang cocok dan menggugah selera. Apalagi ada yang habis mengeluarkan keringat dengan deras, butuh asupan dong tentunya 😀
Ada makanan berat dan ringan, minuman hangat dan es juga. Antara lain ada soto gerabah, nasi ikan wader, kupat tahu, sate padang, sate kere, serabi kucur, lupis, mendoan, es tebu, es selasih, es kepal, kopi bum bung, teh poci dll.

Kopi Bum Bung, Es Tebu :3

Serabi Kucur, Sate Kere :3

Sate Padang :3

Namun pada akhirnya kami memilih soto gerabah di tempat A, mendoan (yang gak mendo) di tempat B, es tebu di tempat C, lupis di tempat D, teh panas di tempat A. Harga kerusakannya adalah soto 1 porsi 7.000, lupis 1 porsi campur cenil dll 5.000, mendoan 2.000 dapat 3 tapi 1 porsi 5.000 dapat banyak (sekitar 10) yaudah beli 1 porsi saja, teh panas 2.000, es tebu 3.000.
Harga masih terjangkau, perut pun kenyang. 😀

Mendoan :9

Ada kuching

Namun agak kesusahan untuk mencari meja tempat makan, karena kalau ramai bisa penuh, solusinya pun bisa duduk seadanya atau bisa sewa tikar. Karena penjual hanya menjual makanan/minuman saja, untuk tempat makan bisa cari sendiri sesuka hati.

Salah Satu Tempat makan

Setelah makan, kami pun menuju ke kali untuk bermain air ria. Eits, tapi sebelumnya kami mencoba egrang dulu. Ternyata susah juga bermain egrang, sudah dicoba beberapa kali masih saja gagal. Haha

Egrang yuk!

Lelah karena tak kunjung pandai menaklukkan egrang, langsung saja kami ke kali. Sewa tikar untuk alas barang bawaan kami.
Di kali tertulis papan informasi mengenai kedalaman air, ada yang agak dalam dan dangkal. Jadi pengunjung bisa memilih dan memilah akan nyemplung di area mana.

Kalinya sangat aman untuk anak-anak, apalagi dangkal dan arus tidak deras. Tentunya tetap dalam pengawasan orang tua ya. Tidak hanya anak-anak yang bermain air di kali, kami pun juga turut gembira dan bahagia dan senang haha.

Bermain di kali

Duduk di pinggir kali, sambil kaki berada di kali, tak lama para ikan kecil berdatangan mengigiti kakiku. Lumayan deh ngasih makan ikan kecil haha. Gak terasa ternyata lumayan lama bermain air di kali sampai jam 1 siang.

Ngasih makan ikan, haha

Ingin rasanya nyebur ke air, tapi apadaya tak bawa pakaian ganti, daripada repot mending sudahi saja bermain airnya.

Seger kan?

Akhirnya kami pulang ke tempat masing-masing. Lalu bagaimana pulangnya, sedangkan menuju ke Pasar Kebon Empring saja dilakukan dengan cara yang berbeda. Eits, si Upin pulang tetap dengan sepedanya. Aku tetap dengan motorku. Robby? hmmmh

Oiya, tarif parkir tidak dipatok harga. Namun ada kotak uang parkir dibayar seikhlasnya saja.
Di Pasar Kebon Empring tersedia beberapa tempat sampah, jadi jangan buang sampah sembarangan ya. Jangan melakukan vandalisme. Jangan bermain api juga ya, bahaya kalau tidak terawasi dengan baik. Pokoknya jadilah sebaik-baiknya manusia, kalau belum bisa ngasih sesuatu yg baik kepada sekitar, yaa jangan sampai merugikan sekitar. *ngaca! haha

Btw anw bsw Pengelola dan penjual adalah warga sekitar ya, jadi saling menguntungkan, saling menjaga dan saling bekerja sama.

Sekian dan bubye!

Sate Klathak bu Jazim Pusat

Kala itu, tepatnya 22 November 2018 aku dan temanku sebut saja Noval ngidam sate Klathak Pak Bari. Itu pun mendadak, ketika sudah akan pulang kerja baru kepikiran ngidamnya. Haha

Malam hari sekitar abis Isya, kami pun meluncur dari kota Jogja ke area Mbantul (Jl. Imogiri Timur). Pas sesampainya di sate klathak pak Bari, eh kok sepi, eh ternyata tutup. Buka dan tutup sesuka hati 😀
Cari alternatif lain, yaitu ke sate klathak Pak Pong (pusat). Pas Masuk eladalah ternyata ngantrinya lama, buanyak. Mundur perlahan deh pindah ke sate klathak Pak Pong 2. Ternyata sate Klathak pak Pong 2 pun tutup.
Bingung dan mikir keras harus pindah ke mana lagi. Meskipun Jl. Imogiri Timur ini banyak sekali berjejer penjual sate klathak, namun hasrat ingin mencoba-coba itu agak menakutkan. Takut zonk rasa tidak sesuai. 🙄
Setelah diskusi, apaan diskusi haha. Akhirnya mencoba ke sate Klathak Bu Jazim Pusat. Ya memang ternyata sate klathak Bu Jazim ini ada beberapa cabang di jl. Imogiri Timur ini. Kalau untuk sate klathak Bu Jazim Pusat ini lokasi tepatnya di Jl. Imogiri Timur KM 9,5 , di depan pombensin Jl. Imogiri Timur, berada di timur jalan.

Sate Klathak Bu Jazim Pusat

Pas sampe lokasi sekitar pukul 20:30 , ternyata nggak ramai. Bersyukur deh, semoga saja rasanya juga lezat.
Langsung saja kami menghampiri kasir atau yg sedang ngipasin sate untuk memesan makanan dan minuman. Masing-masing kami pesan sate klathak 1 porsi dan teh panas. Setelah itu langsung saja kami memilih tempat duduk, ternyata tempatnya ada lesehan dan kursi. Kami memilih lesehan, biar bisa leyeh-leyeh. 😀
Sambil menunggu dan menunggu, eh ternyata di tembok ada keterangan Free WIFI.

WIFI Gratis Bu Jazim

Lumayan kan lah ya ngirit kuota, sambil menunggu pesanan datang sambil berselancar internet pake wifi gratis. Tapi wifinya bersandi, bisa minta ke kasir untuk kata sandinya ya.

Tak lama kemudian, eh agak lama sih tapi gak lama banget ya. Pesanan kami pun datang. Taraaaa.

Seperangkat Sate Klathak

Seperangkat sate klathak pun sudah datang. Satu porsi sate klathak terdiri dari sate klathak 3 tusuk, yang biasanya di tempat lain itu 2 tusuk, mungkin ukuran juga menyesuaikan lah ya. Tentunya dihidangkan dengan tusukan jeruji roda yang menjadi ciri khas sate klathak. Kuahnya pun sendiri-sendiri, karena ada di tempat lain yang kuahnya dijadikan satu, meskipun pesannya lebih dari satu porsi. Nasinya dijadikan 1 bakul. Ada tambahan irisan kol dan timun serta cabai rawit hijau kecil. Minumannya tentu saja teh panas sesuai pesanan tadi.

Sate Klathak 3 tusuk

Langsung deh kami melahapnya. Ummm rasanya enaaaakkk, sate 3 tusuk membuatku senang karena kuantitas haha 😳 , terlihat banyak dari umumnya meskipun mungkin saja ukurannya sebanding dengan yang 2 tusuk sate klathak di tempat lain. Haha. Kuahnya juga pas. Nasinya mungkin kurang untuk ukuran kami, haha. Perlu nambah nasi sepertinya 😛

Setelah selesai makan, istirahat dulu lah selonjoran sampai ini makanan turun dengan baik. Kalau bisa sih gegoleran haha, ̶e̶i̶t̶s̶s̶ ̶t̶a̶p̶i̶ ̶t̶a̶k̶ ̶b̶a̶g̶u̶s̶ ̶k̶a̶l̶a̶u̶ ̶a̶b̶i̶s̶ ̶m̶a̶k̶a̶n̶ ̶t̶r̶u̶s̶ ̶g̶e̶g̶o̶l̶e̶r̶a̶n̶  🐻

Karena udah malam, takut kemalaman, barangkali bu Jazimnya dan karyawannya mau bobok cepet. *emangnya apaan Langsung deh kami bayar ke kasir, ternyata total kerusakan 50 ribu untuk 2 porsi sate klathak pake nasi, 2 gelas teh panas. Jadi masing2 habis 25 ribu saja. Parkir gratis, waktu itu sih tiada kang parkirnya.

Okey demikian sedikit review sate klathak bu Jazim pusat. Kalau untuk menu lain belum saya coba. Emm mungkin entah kapan-kapan bisa dicoba.

Ayam Suwir Bumbu Bali

ayam-suwir

Ayam Suwir Bumbu Bali

Resep ayam bumbu bali ini saya dapat dari berbagai sumber, dipilah-pilah sesuai dengan keinginan. Berikut ini adalah resep ayam suwir bumbu bali:

Bahan-bahan:

bumbu

Bahan-Bahan

  • Dada Ayam 0,5 kg, dikukus lalu suwir
  • Cabai merah halus 3 sdm
  • Bawang Merah 7 siung, diiris tipis
  • Bawang Putih 5 siung, diiris tipis
  • Laos 7 cm, diiris tipis
  • Daun jeruk 5 lembar
  • Sereh 3 batang, diiris tipis bagian batang putihnya
  • Santan instan 1 bungkus ukuran kecil
  • Garam
  • Gula pasir
  • Jeruk Nipis 0,5 buah

Langkah Memasak:

  1. Tumis bawang putih, bawang merah, laos dan daun jeruk sampai harum dan setengah layu
  2. Masukkan ayam suwir, cabai merah halus dan sereh diiris tipis. Aduk sampai rata.
  3. Tambahkan air sedikit saja sekitar 4 sdm, sambil diaduk
  4. Tambah santan instan, gula dan garam secukupnya
  5. Aduk sampai agak kering dan koreksi rasa
  6. Sebelum diangkat, tambahkan perasan jeruk nipis
  7. Aduk dan sajikan.  😋

Sebenarnya untuk bahan-bahannya saya tidak menggunakan takaran yang pasti. Pakai perasaan saja dalam menentukan jumlah bahan tersebut. Try and error. Disesuaikan dengan kondisi dan selera masing-masing saja.
😁🐔

Merge cabang pada fossil-scm

Cabang fossil-scm

Cabang fossil-scm

Cara merge timeline bercabang pada fossil-scm adalah:

  1. Masuk ke terminal folder.
  2. Ketik perintah :  fossil update trunk
  3. Selanjutnya perintah: fossil merge 3cce4d
    3cce4d merupakan kode pada file yang bercabang (lihat pada gambar di atas)
  4. Selanjutnya perintah : commit -m “Merge dengan 3cc34d”
  5. Selesai.

Memasukkan kode warna di Coreldraw

Saya pakai coreldraw X5. Sempat bingung nyari cara buat memasukkan kode warna yang kita inginkan ke dalam obyek di coreldraw. Akhirnya ketemu juga setelah bertanya sana sini. Ternyata gampang aja caranya,hehe. Berikuta saya tampilkan urutan caranya di dalam gambar.

Langkah memasukkan code warna di coreldraw

Langkah memasukkan code warna di coreldraw

Pada gambar di atas terdapat beberapa langkah.

  1. Langkah pertama adalah membuat Obyek yang akan diberi warna, kemudian tekan SHIFT + F11 maka akan muncul kotak pilihan warna.
  2. Pilih tab Models.
  3. Pada tab Models, pilih Model : RGB
  4. Pada nomor 4 pilih HEX
  5. Kemudian pada nomor 5 masukkan Kode Warna yang diinginkan.
  6. OK dan selesai